Beras tidak perlu dimasak!
Baru-baru ini di India sudah ditemukan sebuah teknologi baru di bidang pertanian yang menurut ahli-nya akan sangat membantu penduduk di India yang sebagian besar memang sulit untuk mendapatkan asupan makanan utama, alias “beras“.
Para ahli di Central Rice Research Institute (CRRI) di Orissa sudah menemukan cara untuk memasak beras menjadi nasi tanpa memasaknya dengan menggunakan alat pemasak. Beras tersebut cukup di rendam dengan air dan langsung bisa di konsumsi. Suatu temuan yang luar biasa berguna bagi masyarakat yang kurang mampu pastinya.
Direktur CRRI, Tapan Kumar Adhya varietas baru dari padi ini dinamakan Aghanibora. Aghanibora membutuhkan waktu 145 hari hingga bisa di panen dan menghasilkan sekitar 4 -- 4.5 ton per hektarnya. Wow…
suatu pertumbuhan yang lumayan cepat, jadi pertahun kita bisa panen sebanyak 2 -- 3 kali. Hal ini akan sangat membantu masyarakat baik itu para petaninya maupun orang-orang yang mengkonsumsinya.
Cara memasak beras tersebut hingga dapat di konsumsi dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu
- Merendam di dalam air biasa (dingin) selama 45 menit
- Merendam di dalam air hangat selama 15 menit
Informasi lain dikatakan bahwa varietas ini bukanlah hasil rekayasa genetika tapi melainkan hasil seleksi dan peningkatan mutu dari varietas padi yang berasal dari State of Assam.
Sekarang ini, padi Aghanibora sudah tumbuh di States of Assam, Bihar, Bengal, Orissa dan coastal Andhra Pradesh. Dan sekarang ini dikabarkan bawha India sudah menghasilkan sekitar 98.5 juta ton beras per tahunnya.
Hmm….suatu perkembangan teknologi yang luar biasa
. Nah, bagaimana dengan kita bangsa Indonesia, sebagai salah satu negara dengan beras bahan pangan utama, apakah kita akan menggunakan varietas yang satu ini? Dan menurut anda apakah kita bisa menerapkannya? Seandainya bisa, pasti kita sangat terbantu
![]()
Tags: Aghanibora, beras baru, beras tidak perlu di masak, Central Rice Research Institute India, new invention, rice that doesn't need to cooking, varietas Aghanibora, varietras baru

February 10th, 2010 at 8:21 am
Well,
Kalau bisa begitu lebih enak, jadi kalo mo jalan2 tinggal bawa beras saja. Hemat, ga perlu makan di hotel
February 10th, 2010 at 9:51 am
sebelum ke intinya, mau ngasih 4 jempol dulu buat Themesnya…
keren bang!!!
sekarang masuk ke inti…
kalau di indonesia ya pasti bisa lah diterapkan, asal pegawai pemerintahan nggak korupsi aja kerjanya..
February 10th, 2010 at 9:53 am
Mantap kalee itu, jadi nggak perlu lagi nebang kayu hutan untuk jadi soban buat masak beras
hehehehehe
February 10th, 2010 at 1:22 pm
benarkah begitu ??? wah sungguh artikel yg bagus nuy makasihhh baru tahu seumur2
berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih
February 10th, 2010 at 2:34 pm
weh rasane tar gimana yah??
February 10th, 2010 at 3:06 pm
Wah . .
Penemuan baru nich . . .
salam sukses . .
February 10th, 2010 at 10:47 pm
semakin hari banyak hasil kreasi yang muncul dan bermanfaat bagi umat yah. Trims sekali atas infonya.
Trims juga atas kunjungannnya ke blog saya. Maaf baru kunjungan balik. Kebetulan blog saya baru saja sehat kembali.
Salam hangat dan sukses selalu
February 11th, 2010 at 8:43 am
Penemuan yang luar biasa! Seharusnya sebagai bangsa yang makanan pokoknya beras kita bisa menghasilkan teknologi yang berguna dibidang agraria dan tidak ketinggalan oleh bangsa lain.Thanks atas infonya,mas. Salam jepret!
February 11th, 2010 at 4:13 pm
Salam super-
Salam hangat dari pulau Bali-
menarik sekali artikel anda…
saya akan coba memahami lebih lanjut..
sukses untuk Anda…
February 11th, 2010 at 7:23 pm
Dan rasanya..enak apa nggak?
karena ini merupakan prasyarat juga…
Jadi ingat saat mempopulerkan IR 4…orang lebih suka makan beras Cianjur yang rasanya lebih sedap, walau lauknya cuma ikan asin dibakar
February 12th, 2010 at 8:23 am
kalo cuma di rendam apa bisa steril berasnya dari kuman2?
February 12th, 2010 at 8:15 pm
Makasih buat infonya…. Praktis banget kalo lagi kemping ato backpacking… nggak perlu capek2x masak
February 12th, 2010 at 8:25 pm
wah enak donk tinggal celup doank udah bisa dimakan….
February 14th, 2010 at 8:24 am
kalo bener gitu berarti rice cooker nanti bakalan gak laku deh
February 14th, 2010 at 12:38 pm
kurang mantap beras gini…
nasi yang mantap dimakan itu khan klo baru masak beruap-uap dia..klo hanya direndam di air hangat khan, kesan uap2 itu ga ada lagi
February 14th, 2010 at 3:45 pm
wah? di rendem make air dingin 45 menit? hoo… itu estimasi waktunya harus pasti yah? gak kurang gak lebih? hehe
February 18th, 2010 at 1:50 pm
setuju sama Roded.
apa pun ceritanya, nasi panas yang mengepul lebih afdol..
Tapi kalau ditinjau dari nilai praktis, emang gak ada lagi yang lebih baik kurasa dari penemuan ini (kecuali nanti ada varietas yang bisa masak dalam waktu lebih singkat).
BTW, beneran nih bukan rekayasa genetis?
Karena dipikir-pikir, beras itu kan sebenarnya lembaga bakal calon tumbuhan yang baru, kalau cuma kerendam air dia jadi “nasi” berarti seharusnya spesies ini sudah punah dong?
February 21st, 2010 at 11:54 am
menarik juga ya, tapi apakah rasanya sama?