August 16th, 2010 trisnok
After I read this story, I realize now my biggest fault is like what the students did. Choosing the best cup without considering the essence of coffee. And I am sure, is not only me..many people did.

Spiritual Story by Unknown
A group of alumni, highly established in their careers, got together to visit their old university professor. Conversation soon turned into complaints about stress in work and life.
Offering his guests coffee, the professor went to the kitchen and returned with a large pot of coffee and an assortment of cups – porcelain, plastic, glass, crystal, some plain looking, some expensive, some exquisite – telling them to help themselves to the coffee.When all the students had a cup of coffee in hand, the professor said: “If you noticed, all the nice looking expensive cups have been taken up, leaving behind the plain and cheap ones. While it is normal for you to want only the best for yourselves, that is the source of your problems and stress.Be assured that the cup itself adds no quality to the coffee. In most cases it is just more expensive and in some cases even hides what we drink. What all of you really wanted was coffee, not the cup, but you consciously went for the best cups… And then you began eyeing each other’s cups.
Now consider this: Life is the coffee; the jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain Life, and the type of cup we have does not define, nor change the quality of life we live.
Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee. Savor the coffee, not the cups! The happiest people don’t have the best of everything. They just make the best of everything. Live simply. Love generously. Care deeply. Speak kindly.
Tags: coffee, Life
Posted in My Story | 1 Comment »
August 2nd, 2010 trisnok
Setelah hampir sebylan penuh tidak menyentuh rumah ini, akhirnya ada juga sedikit ide yang bisa aku kembangkan kali ini. Yep, seperti judul postingan kali ini, “Last time with Hernita”, sebenarnya dia adalah teman satu kantor yang juga adik kelas dulunya sewaktu di kampus.
Hari ini adalah hari terkahir dia “mungkin” bisa berkumpul dengan kami, orang-orang yang baik hati
(narsis dikit
). Dan malam terakhir ini pun kami lewatkan di Coffee-Toffee, sambil menikmati makanan-makanan yang tentunya murah meriah
karena kantong juga belum berisi nih :’(
Opss..sorry guys, koq jadi mau curhat masalah kantong heheheh
sebenarnya mau cerita sedikit mengenai si anak eh si Hernita ini. Dulu yah, duluuuu banget si Hermita dan temannya ini yang menjadi alasan kenapa aku terdampar di lokasi yang cukup jauh dari ibu kota
tetapi syukurlah orang-orang disini juga cukup “gila”, gak ada malunya, kemana aja OK, ngapain aja OK
so happy here!!!!
Nah, si Hermita ini akan move ke ibu kota untuk melanjutkan cita-citanya yang sudah sempat tertunda, yah semoga dia bisa sukses disana
sekalipun aku harus menderita karena dia meninggalkan tanggungjawabnya yang sebelumnya ke aku hiks.. but just take the positive side-nya ajalah
“pembelajaran”!
Then, ada beberapa hal yang lucu dari si Hernita ini, yaitu dia suka banget sama BB, hadoh sampe semua BB yang ada di mall udah penah di elus-elus gara-gara mupeng banget plus dia juga suka banget elus-elus BB big bos, teman satu kantor lainnya…saluttt atas usaha dia mendapatkan BB gratis xixixix tapi keberuntungan masih belum berpihak kepada si Hernita, sehingga sampai sekarang dia belum bisa medapatkan BB nya 
Kami yang berkumpul sekarang ini ada 5 orang, yaitu Sanhenra (blognya lagi rusak hehehe ), Mbak Yari, Mbak Dessy, Hernita dan me
Aku juga mengetik ini sambil ngobrol dengan mereka, nah karena itu aku mau ngetikkan kutipan percakapan singkat yang rada-rada lucu (depend on kadar kelucuan masing-masing yah
)
Sanhenra : Bisa gak ngetik dengan mati lampu?
Mbak Yari : GIMANA MAU BISA????? (muka cemberut
) kan mati lampu!!!
Sanhenra : ^%*(&&Q$$@$^@)@*@@#)(()#! maksudnya lampunya dimatikan!!!
All : ketawa hahahhaa
asli ketawa semua, soalnya semua memiliki pemikiran yang sama dengan si Mbak Yari hahahaha kemudian si Sanhenra akhirnya mempertegas 
Sanhenra : pake laptop!
Hahahaha ada-ada saja, inilah akibatnya kalau persepsi gak pernah disamakan 
Kalau diperhatikan lebih jauh, frasa “mati lampu” sebenarnya lampu yang dimatikan bukan listriknya, tapi dari percakapan di atas, seolah-olah “mati lampu” itu sama dengan “mati listrik”
Jadi tidak bisa Sanhenra disalahkan sepenuhnya.
Cukup dulu deh postingan kali ini, ntar jadi makin lari catatannya, padahal tadi pengen ceritain mengenai si Hermita eh si Hernita yang akan take off besok 
Good bye Hernita, semoga ditempat baru nanti bisa beradaptasi dengan cepat dan baik 
Posted in My Story | 3 Comments »
July 3rd, 2010 trisnok
Setelah bersabar cukup lama, sekitar 3 hari sejak tayang perdana film Eclipse yang cukup menghebohkan orang-orang di dunia pada tanggal 30 Juni kemarin, akhirnya aku bisa juga menontonnya. Sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan cerita film ini, apalagi film-film sebelumnya…wah..terlalu romantis rasanya
. Tapi ketika liat preview Eclipse, aku jadi tertarik karena disini ada adegan perkelahian antara vampire dengan vampire dan vampire dengan manusia serigala (wolf).
Tapi yang namanya film remaja, tetap aja romantisnya ada
. Baiklah aku akan sedikit kasih komentar mengenai film ini, karena aku yakin sudah hampir semua orang tahu cerita film ini.. baik itu dari buku nya langsung atau dari internet dan lebih parahnya lagi dari gosip-gosip para ladies
.
” Lagi-lagi si Bella dikejar-kejar para vampire, kali ini dia dikejar sama vampire buatan si Victoria yang masih dendam dengan kematian pacarnya. Tapi memang si Bella beruntung di cintai oleh dua makhluk yang kuat dan cukup untuk melindunginya, si Vampire Edward Cullen dan si Manusia Serigala Jacob.
Singkat cerita, mereka berhasil mengalahkan para vampire buatan si Victoria dan akhirnya Victoria juga mengalami nasib yang sama dengan kekasihnya (James). Pada film ini juga Bella memutuskan untuk menjadi vampire sebulan sebelum ulang tahunnya dan akan menikah dengan Edward.”
OK, dari yang aku amati, terdapat perubahan sikap pada beberapa pemain film tersebut. Yang paling menyolok adalah si Jasper : pada film pertama dan kedua, dia masih kaku, susah tersenyum. Tapi pada sesi kali ini, dia begitu lepas dan sudah bisa mengontrol dirinya. Read the rest of this entry »
Tags: bella swan, eclipse movie, edward cullen, theater, twilight, vampire
Posted in Movies Review | 8 Comments »